Sebelumnya, Menkominfo Budi Arie Setiadi mengajak semua elemen masyarakat mewujudkan Pemilu Damai 2024 dengan menciptakan ruang digital yang sehat. Hal itu ia ungkapkan saat peluncuran inisiatif bertajuk Yuk Pahami Pemilu dari Google Indonesia.
Menurut Budi Arie, ruang digital yang sehat merupakan hal penting menjelang Pemilu 2024, mengingat penetrasi internet telah mencapai 78 persen penduduk Indonesia.
Oleh sebab itu, Menkominfo menuturkan, pemanfaatan internet di Pemilu tahun depan akan lebih besar dibandingkan pemilu sebelumnya. Kementerian Kominfo pun sudah menyiapkan tiga strategi utama untuk merespons dinamika dan tantangan penyelenggaraan Pemilu 2024.
Adapun tiga strategi tersebut adalah memperkuat moderasi konten negatif, kampanye digital bersama stakeholders strategis, dan orkestrasi komunikasi publik Pemilu Damai di platform digital.
“Kementerian Kominfo hadir mendorong agenda Pemilu Damai 2024. Agenda ini akan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam 13 bulan ke depan, dengan tujuan mewujudkan Pemilu yang damai, bermartabat, dan berkualitas, sebagai tolak ukur kedewasaan demokrasi, dengan menciptakan ruang digital yang sehat,” tutur Menkominfo saat peluncuran inisiatif Yuk Pahami Pemilu oleh Google Indonesia.
Langkah itu juga dilakukan mengingat data KPU menunjukkan ada peningkatan jumlah pemilih sebesar 12 persen menjadi 204 juta pemilih di 2023. Lalu, ada 50 persen pemilih di Pemilu tahun depan merupakan generasi milenial dan z.
Ia pun menuturkan, pelaksanaan agenda Pemilu Damai 2024 ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan platform digital, penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, serta kementeria dan lembaga strategis lain.
“Kami mengharapkan seluruh stakeholder bisa terus membantu dan bekerja sama untuk mewujudkan itu semua,” tutur Menkominfo menutup pernyataannya.