Liputan6.com, Jakarta – Penyedia layanan game engine Unity bikin banyak developer game murka. Alasannya, perusahaan itu baru saja mengumumkan kebijakan terkait pembayaran terbarunya pada hari Selasa awal pekan ini.
Unity mengumumkan pada 1 Januari 2024, mereka akan menerapkan skema pay-per-download, yang akan membebankan biaya tetap kepada pengembang, setiap kali gim yang menggunakan software Unity diinstal.
“Kami memperkenalkan Unity Runtime Fee yang didasarkan pada setiap kali game yang memenuhi syarat diunduh oleh pengguna akhir,” kata perusahaan dalam blog-nya.
Menurut perusahaan, hal itu dilakukan karena setiap kali sebuah game diunduh, maka Unity Runtime juga dipasang.
“Kami juga percaya biaya awal berbasis instalasi memungkinkan pembuat konten untuk mempertahankan keuntungan finansial yang berkelanjutan dari keterlibatan pemain, tidak seperti bagi hasil,” kata mereka.
Prosesnya, sebelum gim dikenakan pembayaran baru, mereka harus memenuhi ambang batas pendapatan dan unduhan tertentu, berdasarkan paket langganan Unity mana yang dibayar pembuat.
Mengutip dari The Verge, Minggu (17/9/2023), biaya tersebut masih dibagi lagi tergantung di mana game ini dibeli.
Jadi, gim yang dibeli di Amerika Serikat, Inggris, atau pasar “standar” lain, akan memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan pasar “berkembang” seperti India atau China.
Mereka yang menggunakan Unity Personal dan Unity Plus, akan dikenakan biaya baru jika menghasilkan USD 200 ribu USD |(Rp 3,07 miliar) atau lebih dalam 12 bulan terakhir, serta memiliki setidaknya 200 ribu instalasi.
Kemudian syarat untuk pengguna Unity Pro dan Unity Enterprise adalah penghasilan USD 1 juta(Rp 15 miliar) selama 12 bulan terakhir dan 1 juta instalasi.
Jumlah instal per bulan
Unity Personal dan Plus
Unity Pro
Unity Enterprise
1–100.000
USD 0,20 (sekitar Rp 3.000) per instal
USD 0,15 (sekitar Rp 2.300) per instal
USD 0,125 (sekitar Rp 1.920) per instal
100.001–500.000
USD 0,075 (sekitar Rp 1.100) per instal
USD 0,06 (sekitar Rp 922) per instal
500.001–1.000.000
USD 0,03 (sekitar Rp 460) per instal
USD 0,02 (sekitar Rp 300) per instal
1.000.001+
USD 0.02 (sekitar Rp 300) per instal
USD 0,01 (sekitar Rp 154) per instal
Namun, untuk pasar negara-negara “berkembang” Unity memberikan kebijakan berbeda, di mana biayanya adalah USD 0,02 (Rp 307) per instal untuk Unity Personal dan Plus.
Sementara untuk biaya negara berkembang Unity Pro adalah USD 0,01 (Rp 153) per instal dan USD 0,005 (Rp 76) per instal untuk Unity Enterprise.
Epic Games Serius Dukung Pengembang Game di Indonesia dan Asia Tenggara